Nama : Nunung Darmawati Bidul
NIM : 19.01.032.075
Prodi : Akuntansi
Judul : Little Princess
Penulis : Frances Hodgson Burnett
Penerjemah : Renny Anggraeni
Penerbit : Read! Publishing
Tahun Terbit : Januari 2008 (cetakan IV)
Jumlah Halaman : 232 halaman
Sinopsis:
Sara Crewe, seorang murid paling kaya di sekolah Nona Minchin London, tiba-tiba saja menjadi sangat miskin. Papanya meninggal di India dengan menyisakan begitu banyak utang, tapi Sara tidak menerima warisan sepeser uang pun. Sara yang sejak dulu bermimpi menjadi seorang putri, kini harus menjadi gembel. Bajunya yang lusuh dan sepatunya yang bolong-bolong membuat penampilannya seperti seorang pengemis. Tapi, Sara tetap tegas dalam kemiskinannya, juga dalam menghadapi Nona Minchin yang memperlakukannya seperti budak belian.
Hingga pada suatu hari, Sara bertemu dengan Laskar Ram Dass dan Tuan India yang akan mengubah hidupnya. Mampukah Sara bertahan dalam penderitaannya tersebut?
• •
Menjadi seorang putri adalah hal yang diidam-idamkan oleh hampir seluruh gadis di seluruh dunia. Sosok seorang putri yang sopan, suka menolong, dan pintar menjadikannya alasan mengapa ia begitu didamba-dambakan. Namun, ada seorang gadis kecil, berumur 7 tahun, yang memiliki sifat dan sikap seorang putri, padahal ia bukan seorang putri raja. Namanya Sara Crewe.
Sesuai judulnya, Little Princess, buku ini menceritakan seorang gadis kecil bernama Sara Crewe yang ingin menjadi seorang putri. Sara adalah seorang piatu yang baru saja pindah dari India ke London bersama Papanya, Kapten Crewe. Ia adalah anak yang sopan dan cerdas. Kegemarannya dalam membaca buku membuatnya mempunyai imajinasi yang tinggi dan pandai mendongeng. Rasa iri teman-temannya pada kekayaannya tidak membuatnya menjadi sombong atau egois, ia justru sangat menjaga sopan santun dan suka menolong orang lain.
Namun, kehidupan ala putri raja milik Sara harus berakhir saat ia merayakan ulang tahunnya yang ke-11. Ayahnya meninggal dunia, tanpa mewariskan apapun padanya. Sara harus rela meninggalkan kamar mewah di asramanya dan pindah ke loteng sempit yang dingin. Nona Minchin, pemilik sekolahnya, memperlakukannya seperti budak, menyuruhnya bekerja tanpa diberi upah. Walaupun begitu, saat tugasnya sudah selesai, Sara menyelinap ke perpustakaan dan menyempatkan diri untuk belajar hingga tengah malam.
Perubahan hidup yang sangat drastis ini tidak membuat Sara meratapi nasib sepanjang hari, ia mencoba bertahan di hari-hari laparnya. Walaupun diomeli setiap hari, Sara tetap menjawab dengan sopan seperti putri kerajaan. Hingga pada suatu hari, Sara bertemu dengan seorang Laskar dan Tuan dari India yang akan mengubah hidupnya.
Little Princess bercerita tentang seorang gadis kecil yatim piatu yang tabah menjalani hidup dalam penderitaan. Kisah Sara mengajarkan kita banyak hal, dari ketabahan, sopan santun, rendah hati, ketekunan, dan lain sebagainya. Gaya bahasa yang digunakan penulis juga ringan, cocok untuk dibaca oleh semua usia. Buku terbitan Read! Publishing ini juga bukan novel biasa, melainkan novel-komik. Komik-komik yang ada membuat para pembaca dapat membayangkan sosok Sara.
Namun, adanya komik-komik tersebut membuat pembaca tidak bisa mengeksplor imajinasi mereka sendiri. Penggambaran untuk tokoh Sara juga tidak sama seperti deskripsi novel. Selain itu, untuk sisi perwatakan, tokoh Sara dibuat terlalu sempurna; dengan segala kebaikan hati bak malaikat, membuat tokohnya menjadi tidak realistis. Kelemahan Sara yang ditunjukan oleh penulis hanyalah Sara yang menangis saat temannya, Becky, diperlakukan tidak adil oleh Nona Minchin. Selain itu, alur perkembangan usia Sara juga tidak tertulis dengan tersurat maupun tersirat. Setelah ulang tahun Sara yang ke-11, penulis tidak lagi menyinggung alur waktu yang spesifik untuk menentukan usia Sara setelahnya.
Walaupun begitu, buku terjemahan ini mengandung pesan-pesan kehidupan yang sangat inspiratif dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sosok Sara kecil mengajarkan kita untuk selalu tabah dalam segala cobaan, menjaga sopan santun, rendah hati, tekun dalam belajar, dan masih banyak lagi. Kesempurnaan yang ia miliki dapat kita jadikan sebagai cerminan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Selain itu, novel yang dilengkapi dengan ilustrasi komik ini juga membuatnya cocok untuk dibaca oleh semua usia.
Berikut ini beberapa kutipan di dalam novel:
“Sara bilang, jangan risau dengan penampilan atau dengan apa yang kamu miliki. Yang terpenting apa yang kamu pikirkan dan lakukan.” — hal. 53
“Prajurit tidak pernah mengeluh. Aku tidak akan pernah mengeluh.” — hal. 90
“Cobaan hidup akan selalu menjadi ujian bagi setiap orang. …” — hal. 96
“Apapun yang terjadi, jika aku adalah seorang putri dengan pakaian yang lusuh dan gembel, aku dapat menjadi putri dalam hatiku. Jika hanya sekadar berpakaian emas, betapa mudahnya menjadi seorang putri. …” — hal. 124
“… aku tidak boleh melakukan hal-hal jahat dan kasar kepada orang lain. Seorang putri haruslah bijak.” — hal. 125